Kembali ke Blog
Panduan

Cara Cek BPOM Produk Skincare

Tim CekSkincare·21 Juni 2026·4 menit baca
Cara Cek BPOM Produk Skincare

Cara Cek BPOM Produk Skincare Online — Panduan Lengkap

Sebelum beli skincare — terutama di marketplace — selalu cek BPOM dulu. Produk tanpa registrasi BPOM bisa mengandung bahan berbahaya seperti merkuri, hidroquinon ilegal, atau steroid yang merusak kulit jangka panjang.


Apa Itu BPOM?

BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) adalah lembaga pemerintah Indonesia yang bertugas mengawasi keamanan produk kosmetik, obat, dan makanan yang beredar di Indonesia.

Setiap produk kosmetik yang dijual legal di Indonesia wajib terdaftar di BPOM dengan nomor notifikasi yang bisa dicek publik.


Format Nomor BPOM Kosmetik

Nomor BPOM kosmetik punya format NA + 11 digit angka, misalnya NA18201234567. Dua huruf di depan menunjukkan kategori dan asal produk:

  • NA — kosmetik yang diproduksi di Asia (termasuk produk lokal Indonesia)
  • NB — kosmetik produksi Australia
  • NC — kosmetik produksi Eropa
  • ND — kosmetik produksi Afrika
  • NE — kosmetik produksi Amerika

Dua digit pertama setelah huruf menunjukkan kode negara, dua digit berikutnya adalah tahun notifikasi. Jadi kalau kamu lihat NA18 di produk lokal, angka 18 bukan berarti terdaftar tahun 2018 — kode ini perlu dibaca utuh lewat database resmi BPOM.

Yang penting kamu ingat: nomor notifikasi kosmetik selalu diawali huruf N. Kalau produk "skincare" mencantumkan nomor berawalan lain (misalnya TR untuk obat tradisional atau MD untuk makanan), patut dicurigai — kategorinya tidak sesuai.


Cara Cek BPOM Produk Skincare (3 Metode)

1. Lewat Website Resmi cekbpom.pom.go.id

Ini cara paling resmi dan datanya paling lengkap:

  1. Buka situs cekbpom.pom.go.id di browser HP atau laptop
  2. Pilih kategori pencarian: bisa berdasarkan nomor registrasi, nama produk, atau nama pendaftar/merek
  3. Ketik nomor BPOM yang tertera di kemasan (tanpa spasi), atau ketik nama produknya
  4. Klik cari, lalu cocokkan hasil yang muncul dengan produk yang kamu pegang

Perhatikan detailnya: nama produk, bentuk sediaan (serum, krim, losion), ukuran kemasan, dan nama perusahaan pendaftar harus sama persis dengan yang tertulis di kemasan. Kalau nomornya valid tapi nama produknya beda, kemungkinan besar nomor itu dicatut produk palsu.

2. Lewat Aplikasi BPOM Mobile

BPOM juga punya aplikasi resmi BPOM Mobile di Play Store dan App Store. Fiturnya mirip website, tapi ada tambahan yang praktis: scan barcode 2D di kemasan produk. Tinggal arahkan kamera ke QR code kemasan, hasil registrasinya langsung muncul. Aplikasi ini juga bisa dipakai untuk melaporkan produk yang dicurigai ilegal.

3. Lewat Fitur Cek BPOM di CekSkincare

Kalau kamu lagi browsing produk dan mau cek cepat tanpa pindah-pindah situs, kamu bisa langsung pakai fitur Cek BPOM di CekSkincare. Masukkan nomor registrasi atau nama produk, dan hasilnya langsung tampil — praktis untuk verifikasi sebelum checkout di marketplace.


Kenapa Cek BPOM Itu Penting Banget?

Bahaya produk tanpa izin edar

Produk ilegal tidak melewati evaluasi keamanan. Temuan BPOM dari razia rutin menunjukkan produk ilegal sering mengandung:

  • Merkuri — bikin kulit terlihat putih cepat, tapi merusak ginjal dan sistem saraf, serta menyebabkan ochronosis (kulit menghitam permanen)
  • Hidroquinon dosis tinggi tanpa pengawasan — di Indonesia hidroquinon hanya boleh dalam produk yang diresepkan dokter, bukan kosmetik bebas
  • Steroid (kortikosteroid) — memberi efek "glowing instan" tapi menipiskan kulit, memicu jerawat steroid, dan menyebabkan ketergantungan
  • Pewarna tekstil (Rhodamin B) — kadang ditemukan di lipstik dan blush ilegal, bersifat karsinogenik

Efeknya sering tidak langsung terasa. Banyak korban krim abal-abal baru sadar setelah berbulan-bulan, saat kulit sudah rusak: tipis, kemerahan permanen, atau breakout parah begitu berhenti pakai.

Marketplace = surga produk ilegal dan palsu

Belanja skincare di marketplace memang murah dan praktis, tapi risikonya juga paling tinggi. Modus yang paling sering ditemukan:

  1. Produk palsu dari brand terkenal — kemasan mirip 95%, isinya entah apa
  2. Produk impor tanpa notifikasi BPOM — masuk lewat jalur tidak resmi (jastip ilegal), tidak ada jaminan keaslian dan keamanan
  3. Krim racikan tanpa izin — dijual dengan klaim "glowing 7 hari", biasanya paket krim pagi-malam tanpa label kandungan
  4. Nomor BPOM dicatut — mencantumkan nomor registrasi milik produk lain supaya terlihat legal

Ciri-Ciri Produk Skincare Ilegal atau Palsu

Selain cek nomor BPOM, kenali juga tanda-tanda ini:

  • Harga jauh di bawah pasaran — kalau serum yang normalnya Rp100.000 dijual Rp35.000 "karena clearance sale", curigai dulu
  • Tidak ada label kandungan (ingredients list) — produk legal wajib mencantumkan komposisi lengkap
  • Klaim berlebihan — "putih permanen dalam 3 hari", "menghilangkan jerawat semalam". Skincare yang bekerja secara aman butuh waktu minimal 4–8 minggu
  • Kemasan berkualitas rendah — tulisan buram, banyak typo, warna kemasan beda dari foto resmi brand
  • Tekstur dan bau aneh — krim ilegal bermerkuri sering terasa lengket, warnanya kuning mengkilap seperti mutiara, dan berbau logam atau menyengat
  • Tidak ada tanggal kedaluwarsa atau kode produksi
  • Dijual tanpa nama perusahaan yang jelas — hanya nama toko atau "pabrik langsung"

Kalau kamu mau belajar membaca label kandungan dengan benar, cek juga direktori kandungan skincare di CekSkincare — di sana kamu bisa lihat fungsi tiap bahan dan mana yang perlu diwaspadai untuk kondisi kulitmu.


Langkah Aman Belanja Skincare di Marketplace

Supaya belanja online tetap aman, jadikan ini kebiasaan:

  1. Beli hanya di official store atau seller resmi yang ditunjuk brand. Di Shopee cari label "Mall", di Tokopedia cari "Official Store"
  2. Cek nomor BPOM sebelum checkout — cukup 1–2 menit lewat halaman Cek BPOM
  3. Bandingkan harga antar marketplace — harga yang wajar itu mirip di semua platform resmi. Kamu bisa pakai katalog produk CekSkincare untuk lihat perbandingan harga Shopee, Tokopedia, dan TikTok Shop dalam satu halaman
  4. Baca review dengan foto asli pembeli, bukan cuma rating bintang
  5. Screenshot bukti transaksi dan kemasan saat unboxing — berguna kalau perlu komplain atau lapor

Cara Melaporkan Produk Ilegal ke BPOM

Kalau kamu menemukan atau terlanjur membeli produk yang dicurigai ilegal:

  1. HALO BPOM 1500533 — call center resmi, bisa telepon atau SMS
  2. Aplikasi BPOM Mobile — ada menu pengaduan langsung dengan upload foto produk
  3. Email ke halobpom@pom.go.id
  4. Twitter/X dan Instagram resmi @BPOM_RI

Laporanmu membantu BPOM menarik produk berbahaya dari peredaran — dan mungkin menyelamatkan kulit orang lain.


Beda Notifikasi Kosmetik dengan Izin Edar Lain

Biar tidak bingung saat melihat produk-produk di rumah, kenali jenis nomor registrasi BPOM lainnya:

Awalan Kategori Contoh Produk
NA/NB/NC/ND/NE Kosmetik Skincare, makeup, sabun, parfum
TR Obat tradisional lokal Jamu, minyak herbal
SD / SI / SL Suplemen kesehatan Vitamin, kolagen minum
MD / ML Pangan olahan Makanan, minuman
DBL / DTL / dst Obat Obat jerawat resep, salep medis

Kenapa ini penting? Karena kategorinya menentukan klaim yang boleh dibuat. Kosmetik (NA) secara regulasi hanya boleh mengklaim merawat dan memperbaiki penampilan — bukan mengobati. Produk yang mengklaim "menyembuhkan eksim" atau "menghilangkan bopeng permanen" padahal nomornya NA sudah menabrak aturan, dan itu sinyal brand yang tidak patuh. Sebaliknya, krim jerawat dari dokter memang seharusnya bernomor registrasi obat, bukan NA.


Checklist 2 Menit Sebelum Checkout

Rangkum semua jadi kebiasaan singkat. Sebelum bayar, pastikan:

  1. ☐ Nomor BPOM tercantum di listing atau foto kemasan
  2. ☐ Nomor terverifikasi di Cek BPOM / cekbpom.pom.go.id
  3. ☐ Nama produk & pendaftar di hasil pencarian = yang di kemasan
  4. ☐ Ada ingredients list yang bisa dibaca
  5. ☐ Harga masih masuk akal dibanding official store (cek pembanding di katalog CekSkincare)
  6. ☐ Seller punya reputasi baik dan review dengan foto asli
  7. ☐ Klaim produk tidak bombastis ("putih permanen", "sembuh 3 hari")

Tujuh centang ini menyaring hampir semua produk bermasalah yang beredar di marketplace.


Nomor BPOM Valid Bukan Jaminan Produk Cocok

Satu hal yang sering disalahpahami: BPOM memastikan produk aman dan legal, bukan memastikan produk itu cocok untuk kulitmu. Produk ber-BPOM tetap bisa memicu breakout atau iritasi kalau kandungannya tidak sesuai kondisi kulit.

Supaya tidak salah pilih:

  • Kenali dulu tipe kulitmu — kalau belum yakin, coba skin quiz CekSkincare untuk dapat rekomendasi produk yang sesuai tipe kulit dan masalah kulitmu
  • Pelajari kandungan produk lewat halaman ingredients sebelum membeli
  • Kalau bingung memilih antara dua produk sejenis, gunakan fitur compare untuk membandingkan kandungan dan harganya berdampingan

FAQ Seputar Cek BPOM Skincare

Apakah semua produk skincare wajib punya nomor BPOM?

Ya. Semua kosmetik yang diedarkan di Indonesia — baik produksi lokal maupun impor — wajib memiliki nomor notifikasi BPOM. Termasuk produk yang dijual online. Pengecualian hanya untuk produk yang dibawa sendiri dari luar negeri untuk pemakaian pribadi (bukan untuk dijual).

Produk impor Korea/Jepang yang dijual online tapi tidak ada BPOM, apakah pasti berbahaya?

Belum tentu isinya berbahaya, tapi statusnya tetap ilegal untuk diperjualbelikan di Indonesia. Risikonya: tidak ada jaminan keaslian (rawan dipalsukan), tidak ada pengawasan kondisi penyimpanan, dan kalau terjadi masalah kamu tidak punya perlindungan konsumen. Versi resmi yang didistribusikan importir legal selalu punya nomor BPOM dan label bahasa Indonesia.

Nomor BPOM ada di kemasan tapi tidak ditemukan di cekbpom.pom.go.id, kenapa?

Beberapa kemungkinan: (1) nomor itu palsu atau dicatut, (2) notifikasinya sudah kedaluwarsa dan tidak diperpanjang — notifikasi kosmetik berlaku 3 tahun, atau (3) salah ketik saat mencari — pastikan tidak ada spasi dan huruf/angka tertukar (misalnya huruf O dengan angka 0). Coba juga cari berdasarkan nama produk. Kalau tetap tidak ketemu, lebih baik jangan dibeli.

Apakah nomor BPOM bisa dipakai untuk banyak varian produk?

Tidak. Setiap varian (beda warna, beda ukuran kandungan aktif, beda fungsi) wajib punya nomor notifikasi sendiri. Satu merek serum dengan 3 varian seharusnya punya 3 nomor berbeda. Kalau semua varian mencantumkan nomor yang sama persis, itu tanda tanya besar.

Berapa lama masa berlaku nomor BPOM kosmetik?

Nomor notifikasi kosmetik berlaku 3 tahun dan bisa diperpanjang. Produk yang notifikasinya habis dan tidak diperpanjang seharusnya ditarik dari peredaran. Ini alasan lain kenapa produk lama yang dijual murah di marketplace perlu dicek ulang statusnya.


Kalau produk sudah terlanjur dipakai dan ternyata ilegal, harus bagaimana?

Hentikan pemakaian segera. Kalau tidak ada keluhan, cukup pantau kondisi kulit 2–4 minggu. Kalau muncul gejala (kemerahan menetap, kulit menipis, breakout hebat setelah berhenti), periksakan ke dokter kulit dan bawa produknya — informasi kandungan membantu diagnosis. Laporkan juga produknya ke HALO BPOM 1500533.


Kesimpulan

Cek BPOM itu langkah kecil yang dampaknya besar. Cuma butuh 1–2 menit sebelum checkout, tapi bisa menyelamatkanmu dari produk bermerkuri, krim steroid, atau skincare palsu yang merusak kulit jangka panjang.

Rangkuman singkatnya:

  1. Nomor BPOM kosmetik selalu berformat NA/NB/NC/ND/NE + 11 digit
  2. Verifikasi lewat cekbpom.pom.go.id, aplikasi BPOM Mobile, atau fitur Cek BPOM CekSkincare
  3. Cocokkan nama produk, kemasan, dan pendaftar — bukan cuma nomornya
  4. Waspadai harga terlalu murah, klaim instan, dan kemasan tanpa ingredients list
  5. BPOM = jaminan legal dan aman, bukan jaminan cocok — tetap sesuaikan dengan tipe kulitmu lewat skin quiz

Mau baca panduan skincare lainnya? Kunjungi blog CekSkincare untuk artikel seputar kandungan, rutinitas, dan tips memilih produk yang tepat.

Kembali ke Blog