Minyak Argan
Argania Spinosa Kernel Oil atau minyak argan diperas dari biji pohon argan yang hanya tumbuh secara alami di wilayah barat daya Maroko, sebuah pohon yang begitu penting bagi ekosistem dan ekonomi lokal sampai kawasannya ditetapkan sebagai cagar biosfer oleh UNESCO. Minyak ini kerap dijuluki emas cair, sebagian karena warnanya kuning keemasan dan sebagian karena proses produksinya yang padat karya, secara tradisional dikerjakan oleh koperasi perempuan Berber yang memecah cangkang biji satu per satu dengan tangan. Dari sisi komposisi, argan didominasi asam oleat sekitar 43 sampai 49 persen dan asam linoleat sekitar 29 sampai 36 persen, rasio yang relatif seimbang dan tidak dimiliki banyak minyak nabati lain. Yang membuatnya menonjol adalah kandungan vitamin E-nya yang termasuk paling tinggi di antara minyak kosmetik, sekitar dua sampai tiga kali lipat minyak zaitun, ditambah senyawa fenolik dan skualen alami. Perlu dibedakan bahwa minyak argan kuliner dipanggang lebih dulu sehingga beraroma kacang, sementara versi kosmetik diperas dari biji mentah.
Disclaimer: Informasi ini bersifat edukasi dan bukan pengganti saran dokter kulit.